Cara kerja WhatsApp di aplikasi ini
Ini yang paling sering disalahpahami, jadi jelas dulu:
Aplikasi membuka WhatsApp di HP Anda dengan pesan yang sudah disiapkan otomatis — tinggal tekan Kirim. Yang mengirim tetap Anda, dari nomor WhatsApp Anda, ke nomor pelanggan. Aplikasi tidak mengirim sendiri di belakang layar.
Artinya: pesan tidak akan terkirim kalau Anda tidak menekan Kirim, dan pelanggan melihatnya datang dari nomor Anda — bukan dari nomor asing.
Hampir setiap kali mengirim, aplikasi menanyakan mau lewat WA Business atau WA Biasa, supaya nomor bisnis dan nomor pribadi tidak tercampur.
Di mana tombolnya
- Detail Pesanan — tombol WhatsApp, Notifikasi (ikon lonceng), dan Cetak.
- Bukti Isi Saldo (Topup) — tombol Kirim WA.
- Bukti Penjualan Produk — tombol Share.
- Piutang Topup & Paket (di Laporan atau Detail Pelanggan) — tombol Kirim Tagihan.
- Detail Pelanggan — tagihan yang belum lunas bisa dikirim lewat WhatsApp.
- Laporan Saldo Pelanggan dan Laporan Paket Pelanggan — ikon chat untuk mengirim pengingat.
Pelanggan cek sendiri lewat QR Code
Supaya pelanggan tidak perlu bertanya “cucian saya sudah selesai belum?”, cetak QR Code tracking di struk:
- Buka pengaturan struk, cari bagian QR Code.
- Nyalakan QR Code (Customer) untuk struk pelanggan. Ada juga QR Code (Produksi) untuk struk produksi.
Pelanggan tinggal memindai QR itu dari HP-nya dan langsung melihat status cuciannya di browser — tanpa aplikasi, tanpa login.
QR Code juga mempercepat kerja Anda
Struk yang sudah ada QR-nya bisa dipindai balik untuk langsung membuka pesanannya:
- Tombol scan QR di halaman Home, di sebelah kolom pencarian.
- Tombol scan QR di tab Pesanan, di sebelah kolom “Cari pesanan…”.
Berguna saat cucian menumpuk dan Anda hanya memegang struknya.
💡 Kalau Anda menerima transfer atau QRIS, nomor rekening dan QRIS bisa ikut ditampilkan di struk maupun di halaman tracking. Aturnya di pengaturan struk bagian Info Pembayaran.