Jemputan dipakai saat pelanggan minta cuciannya dijemput, tapi pesanannya belum bisa dibuat karena cuciannya belum ditimbang. Anda catat dulu permintaannya, lalu setelah cucian sampai di outlet baru diubah menjadi pesanan.

⚠️ Jangan tertukar dengan Antar-Jemput di dalam pesanan. Antar-jemput itu bagian dari pesanan yang sudah ada (sudah ada beratnya, sudah ada harganya). Jemputan berdiri sendiri, untuk cucian yang belum jadi pesanan.

Alurnya

  1. Buat Jemputan β€” catat pelanggan, alamat, dan catatan (mis. β€œpagar hijau, telepon dulu”).
  2. Tandai Dijemput β€” begitu cucian diambil, pilih siapa petugas yang menjemput dari daftar karyawan. Bisa dilampirkan foto bukti (maksimal 5, boleh dihapus atau diganti).
  3. Proses jadi Pesanan β€” setelah cucian ditimbang di outlet, ubah jemputan itu menjadi pesanan biasa.

Jemputan yang sudah dijemput tapi belum jadi pesanan diberi badge β€œPerlu diproses jadi pesanan” di daftar, supaya tidak terlupakan. Dari sana Anda juga bisa langsung melompat ke pesanan hasil konversinya.

Menu Jemputan aktif secara default β€” tidak perlu diaktifkan.

Kalau outlet Anda tidak memakainya dan menunya terasa mengganggu, matikan di Pengaturan β†’ Mode Tampilan β†’ Jemputan.

Kalau menunya tidak kelihatan

  1. Update aplikasi dari Play Store lebih dulu β€” menu ini termasuk yang baru.
  2. Kalau sudah versi terbaru, cek Pengaturan β†’ Mode Tampilan, mungkin pernah dimatikan.

Batasnya saat ini

Supaya harapannya pas, ini yang belum bisa:

  • Tidak ada penjadwalan. Jemputan dicatat, bukan dijadwalkan β€” belum bisa β€œjemput besok jam 10”.
  • Tidak ada pelacakan GPS petugas.
  • Petugas dipilih saat menandai sudah dijemput, bukan ditugaskan dari awal.
  • Pelanggan belum bisa mengajukan permintaan jemput sendiri dari HP-nya. Yang mencatat tetap owner atau karyawan.
  • Belum ada notifikasi otomatis ke petugas.

πŸ’‘ Sambil menunggu, tombol WhatsApp di detail jemputan bisa dipakai untuk mengabari pelanggan bahwa cuciannya akan dijemput.