Menu
Semua Artikel
Mengelola Keuangan

Cara Menghitung Harga Laundry Kiloan agar Tidak Rugi

8 menit baca 13 September 2026

Kebanyakan laundry menetapkan harga dengan melihat tetangga. Ini cara menghitungnya dari biaya Anda sendiri — lengkap dengan contoh angka.

Cara paling umum menetapkan harga laundry kiloan di Indonesia adalah melihat tarif tetangga lalu menguranginya seribu rupiah. Masalahnya: biaya tetangga bukan biaya Anda. Listriknya beda, sewanya beda, mesinnya beda.

Artikel ini menunjukkan cara menghitungnya dari angka Anda sendiri.

Rumus dasarnya

Harga per kg = (Total biaya per bulan ÷ Kapasitas kg per bulan) + Margin

Sederhana. Yang sulit adalah mengisi “total biaya” dengan jujur — karena ada biaya yang tidak terasa keluar tapi tetap harus ditutup.

Langkah 1: Kumpulkan biaya per bulan

Bagi menjadi dua jenis.

Biaya tetap — keluar walau tak ada cucian

PosContoh
Sewa tempatRp 1.500.000
Gaji tetap karyawanRp 2.000.000
Internet & langganan aplikasiRp 225.000
Penyusutan mesinRp 500.000

Penyusutan adalah pos yang paling sering dilupakan. Mesin cuci Rp 12 juta yang bertahan 4 tahun berarti Rp 250.000 per bulan hilang nilainya. Kalau tak dimasukkan, Anda terasa untung selama empat tahun lalu terkejut saat harus membeli mesin baru.

Hitungnya: harga mesin ÷ (perkiraan umur dalam tahun × 12). Jumlahkan semua mesin — cuci, pengering, setrika.

Biaya variabel — naik turun mengikuti cucian

PosContoh
ListrikRp 900.000
AirRp 300.000
Deterjen, pewangi, plastikRp 700.000
Gas pengeringRp 600.000

Untuk listrik dan air, pakai rata-rata tiga bulan terakhir, jangan bulan terakhir saja — satu bulan yang tidak biasa akan menyesatkan seluruh hitungan.

Langkah 2: Hitung kapasitas nyata, bukan kapasitas maksimal

Ini kesalahan kedua yang paling mahal.

Mesin 10 kg tidak berarti 10 kg sekali jalan. Dalam praktik, muatan efektifnya sekitar 70–80% supaya cucian tetap bersih — jadi 7–8 kg. Lalu kalikan siklus yang benar-benar muat dalam sehari, bukan yang teoretis.

Contoh:
  2 mesin × 8 kg efektif × 4 siklus/hari = 64 kg/hari
  64 kg × 26 hari kerja               = 1.664 kg/bulan

Lalu turunkan lagi ke realistis. Kalau selama ini Anda rata-rata mengerjakan 1.100 kg per bulan, pakai 1.100 — bukan 1.664. Menghitung harga dengan kapasitas yang tak pernah tercapai adalah cara paling rapi untuk rugi tanpa sadar.

Langkah 3: Masukkan ke rumus

Dari contoh di atas:

Biaya tetap    = 1.500.000 + 2.000.000 + 225.000 + 500.000 = Rp 4.225.000
Biaya variabel =   900.000 +   300.000 + 700.000 + 600.000 = Rp 2.500.000
Total biaya                                                = Rp 6.725.000

Kapasitas nyata                                            = 1.100 kg

Biaya pokok per kg = 6.725.000 ÷ 1.100                     = Rp 6.114/kg

Rp 6.114 adalah titik impas Anda. Di bawah itu, setiap kilogram yang Anda kerjakan menambah kerugian — walau kasir terasa ramai.

Langkah 4: Tentukan margin

Margin yang umum untuk laundry kiloan di Indonesia berkisar 30–50%.

Margin 40%:  6.114 × 1,4 = Rp 8.560  → dibulatkan Rp 8.500/kg
Margin 50%:  6.114 × 1,5 = Rp 9.171  → dibulatkan Rp 9.000/kg

Kalau angka ini jauh di atas tarif sekitar Anda, jangan langsung menurunkannya. Itu justru sinyal yang berguna: biaya Anda lebih tinggi, atau kapasitas Anda belum terisi. Menurunkan harga tidak memperbaiki keduanya.

Yang sering membuat hitungan meleset

Cucian yang diulang. Kalau 5% cucian harus diproses ulang, biaya variabelnya naik 5% tapi kilogramnya tidak bertambah. Masukkan ke perkiraan.

Laundry satuan dicampur ke hitungan kiloan. Bed cover dan jas punya biaya dan waktu yang berbeda jauh. Hitung terpisah, jangan dirata-rata.

Diskon yang tak pernah dihitung ulang. Promo “cuci 10 kg gratis 1 kg” sebenarnya diskon 9%. Kalau margin Anda 30%, promo itu memakan sepertiga keuntungan — bukan “cuma satu kilo”.

Gaji sendiri tidak dimasukkan. Kalau Anda ikut bekerja, waktu Anda punya harga. Tanpa itu, Anda sedang mensubsidi usaha sendiri dan menyebutnya untung.

Mengecek ulang setiap bulan

Hitungan di atas benar untuk hari Anda membuatnya. Listrik naik, deterjen naik, kapasitas berubah. Yang membuat perhitungan ini berguna adalah mengulanginya — dan itu jauh lebih mudah kalau biaya dan omzet Anda tercatat rapi, bukan dikira-kira dari isi laci.

Di Kelola Laundry, angka yang Anda butuhkan untuk rumus ini ada di satu layar: omzet, pengeluaran per kategori, dan total kilogram yang dikerjakan dalam periode yang Anda pilih. Kalau tertarik, coba gratis 14 hari — atau setidaknya, catat keempat angka itu dengan cara apa pun yang Anda suka. Yang penting tercatat.

Baca juga: Cara menghitung gaji karyawan laundry · Modal buka usaha laundry · Panduan mengatur layanan & tarif